Transqq Meja13 modalqq menangqq Musimqq DominoQQ

Benarkah Berjudi Bisa Membuat Kaya? | Fakta Judi

Benarkah Berjudi Bisa Membuat Kaya? | Fakta Judi – Dari kalian pastinya sudah pernah mendengar mengenai kisah seorang yang mendapatkan banyak uang dari berjudi. pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah dengan berjudi kita bisa menjadi kaya? mari kita bahas hal ini dari sudut pandang ilmu pengetahuan, bukan moralitas, hukum, maupun agama, agar kita bisa tahu mengapa judi pada dasarnya hanya memperkaya bandar atau caisno. namun sebelum itu, kita harus tahu apa sih sebenarnya pemrainan judi itu sendiri?

Permainan judi adalah sebuah permainan yang pemenangnya ditentukan sebagian besar berdasarkan peruntungan saja, dengan mempertaruhkan uang unutk mendaptkan hadiah uang yang lebih besar. Meskipun ada unsur keahlian alam permainan tersebut, namun apabila unsur untung untunganya lebih besar, permainan tersebut masih dikatagorikan sebagai perjudian.

Benarkah Berjudi Bisa Membuat Kaya? | Fakta Judi

Permainan judi dirancang agar pemainnya kalah dalam menggunakan House Edge (HE)

Dalam permainan judi bandar akan selalu menang menggunakan konseop matematis yang bernama House Edge (HE), yang berarti pemain akan selalu kehilangan uang dalam jumlah yang tidak sedikit setiap kali bertaruh. Persentase HE ini bervariasi antara 5% 15% sehingga dalam setiap 10.000 rupiah yang dipertaruhkan, hanya 8.500-9.500 rupiah saja yang dimaukkan ke dalam “pot” hadiah dan sisanya akan masuk ke pihak pengelola. Misalnya pada permainan lotere yang diikuti oleh 20 orang yang sama sama bertaruh 100.000 rupiah, hadiah pemenang hanya sebesar 1.700.000 rupiah. Nah, karena peluang kemenangan adalah 5% maka sebenarnya nilali hadiah tersebut hanyalah 5% x Rp1.700.000,- = Rp.85.000. Maka dari itu, taruhan ini merupakan taruhan ayng merugikan karena hadiah tidak sebanding dengan resiko pada saat peluang dikalikan dengan hadiah jumlahnya leblih kecil dari uang taruhan. Dalam hitungan matematika, seketika penjudi bertaruh, ia akan langsung kehilangan 15.000 rupiah. Selain menyunat nilai hadiah, HE juga bisa menyunat peluang kemenangan, atau kombinasi keduanya, tergantung dari bandar.

Semua permain judi menggunakan konsep HE ini sehingga semakin banyak di penjudi bermain, maka sih penjudi tersebut akan semakin miskin. Meskipun demikian, orang orang awam biasnaya menyanggah dengan alasan bisa saja mereka beruntung dan mendapatkan Rp.1.700.000 rupiah dari 100.000 rupiah yang mereka keluarkan. Untungnya kan Rp.1.700.000- Rp. 1.000.000 = Rp. 1.600.000,- Benarkah demikian? Mari kita ulas pada bahasan berikutnya.

Permainan Judi Bisa Membuat kecanduan

Berdasarkan dari contoh sebelumnya, memang benar apabila si penjudi sangat beruntung, yaitu hanya bertaruh satu kali, langsung menang, dan tidak kembali algi berjudi, maka ia akan memperoleh keuntungan. Namun sayang sekali hal ini jarang sekali ditemui di dunia nyata. Kemungkinan besar yang terjadi adalah ia sudah bertaruh berulang kali, atau setelah menang ia akan bertaruh kembali lalu menghabiskan smeua uangnya. Si pemenang, yang tidak sadar bahwa ia sudah beruntung, akan berpikir kalau pada taurhan berikutnya ia akan menang algi, padahal ingat bahwa kemungkinan ia menang hanyalah 5% atau secara statistik satu kali menang dari 20 kali percobaan.

Bermain judi akan merangsang hormon dopamine ke otak yang akan membuat si penjudi merasa “enak”, sama seperti saat merokok atau meminum alkohol. Bahkan sama saat kita mendapatkan “like” di sosial media atau saat bermain video game, semua hal tersebut bisa membuat kita menjadi ketagihan. Pemasalahannya adalah untuk memicu perasaan “enak” tersebut dibutuhkan dosis dopamine yang leblih banyak seiring berjalannya waktu. Sehingga misalnya pada awalnya si penjudi setiap hari. Ingat bahwa setiap kali berjudi ia akan langsung kehilangan uang karena HE sehingga bisa dipastikan ia akan menjadi miskin.

Ilusi Keahlian

Dalam bermainan judi bola misalnya, ada banyak orang yang mengira dengan mereka serius menganalisis pertandingan sepakbola, mereka bisa menjadi ahli dan pada akhirnya bisa sering menang taruhan. Sayangnya sekali hal ini tidak benar. Karena:

  • Pertandingan yang sudah paasti menang, misalnya antara tim terkuat melawan tim terlemah, biasanya memiliki pengembalian ayng tipis. Misalnya 1.1x yang artinya apabila seorang bertaruh 100.000 rupiah dan menang. ia hanya akan mendapatkan 10.000 rupiah keuntungan.
  • Tidak jarang pertandingan yang sudah apsti menang tersebut berujung pada hasil imbang atau bahkan kalah, apabila terhadap tim ayng berimbang kualitasnya. Kata pepatah bola itu bundar yang artinya smeua hal bisa terjadi dalam pertandingan sepakbola. Alih-alih mendapatkan keuntungan ayng tipis, bisa jadi si penjudi malah kehilangan uang yang banyak.
  • Pertandingan olahraga tidak hanya sebatas perhitungan di atas kertas saja, terlalu banyak variabel yang tidak apsti, yang membuat hasilnya tidak bisa diprediksi meskipun kamu sekelas Jose Mourinho. Coba simak prediksi prediksi beliau sering kali meleset saat emnjadi komentator.

Permianan kartu pun juga demikian, seahli ahli nya si pemain, ia masih akan kalah kalau sedang sial dapat kartu ayng jelek.

Akhir kata dari admin, admin hanya mengungkap fakta mengenai kemungkinan kamu bisa menjadi kaya dari berjudi adalah nyaris tidak ada. Kembali lagi adalah hak asasi kamu untuk tetap bermain atau berhenti berjudi. Jadi pastikanlah motivasi kamu berjudi adalah bukan untuk mencari kekayaan, karena cara paling tepat untuk menjadi kaya adalah dengan berbisnis dan bekerja keras.

sekian pembahsan dari admin mengenai Benarkah Berjudi Bisa Membuat Kaya? | Fakta Judi, semoga dengan adanya artikel ini bisa dapat menjawab semua pertanyaan pemian yang sedang bingung dalam bermain judi online.

Kunjungi terus pemulajudionline agar selalu mendapatkan informasi judi online yang bermanfaat setiap minggunya, bisa membuat kamu semakin memahami permainan judi online.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *